Senin, 21 September 2020

Bungsuku


Rengekan tangis dalam gelap

Menyeru jiwa yang tengah terlelap

Berat rasanya beranjak

Dari ranjang tuk merangkak

Apalah kasian bungsuku

Isak tak kian henti

Ku toleh ku peluk

Bungsuku yang terus merengek

Isyarat inginkan sesuatu

Tangan mungil mulai merajuk manja

Menimpa dada, ku tersedak

Bungsuku

Apalah daya Ami

Hanya menimang hingga tak ada isak tangismu

Dirimu adalah pelitaku

Canda tawamu adalah asaku

Tangismu adalah lukaku
.

.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semua Karena Ridho-Nya

Dentuman ombak yang menerjang karang pantai kian terkikis. Sama halnya dengan hidup, jika terus-menerus melakukan hal yang sama. Tak akan ad...